Scaling: membersihkan karang gigi

karang gigi
Pernahkah sobat blogger menyadari kehadiran karang gigi? Biasanya seseorang akan menyadarinya ketika lidah merasakan ada sesuatu yang keras dan kasar menempel dengan kuat pada gigi, terutama pada bagian gigi yang dekat dengan gusi. Bahkan pada beberapa orang baru akan menyadari setelah melihatnya langsung.

Karang gigi dapat menjadi salah satu penyebab bau mulut (halitosis). Oleh karena itu membersihkan karang gigi menjadi hal yang wajib, terutama untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.

Pembersihan karang gigi oleh dokter gigi disebut scaling, menggunakan alat khusus yang disebut scaler (ultrasonic scaler). Walaupun banyak alat manual lainnya, namun scaler inilah yang menjadi senjata utama dalam menghancurkan karang gigi. Getaran yang dihasilkan oleh scaler dapat diatur, semakin besar dan kuat karang gigi maka diperlukan getaran yang makin tinggi pula. Tidak seperti alat manual generasi lama yang memerlukan tenaga dari tangan, scaler ini cukup ditempelkan pada karang gigi sehingga pasien tetap nyaman, mengurangi resiko cidera, dan memudahkan kerja sang dokter.
membersihkan karang gigi

Membersihkan karang gigi dengan scaler butuh ketelitian tersendiri, karena pada banyak kasus karang gigi terdapat pada area gigi yang tertutup gusi. Jika demikian, mau tidak mau akan menimbulkan cidera pada gusi. Namun cidera ini akan sembuh dengan mudah karena telah dibersihkan sehingga resiko infeksi sangat kecil.

Setelah proses scaling, biasanya pasien akan mengeluh kalau giginya menjadi ngilu apabila makan atau minum yang dingin. Hal ini dapat terjadi karena pembersihan karang gigi, terutama pada perbatasan antara mahkota gigi dengan akar gigi akan menyebabkan terbukanya dentin pada perbatasan tersebut. Rasa ngilu dapat hilang dengan sendirinya bila penyembuhan gusi telah sempurna, dan gusi akan kembali menutup perbatasan yang terbuka tadi. Pada individu yang memiliki kondisi gigi sensitif, dianjurkan untuk menggunakan pasta gigi untuk gigi sensitif agar dentin yang terbuka segera dilindungi oleh lapisan pelindung yang dibentuk dari bahan pasta gigi khusus tersebut.

Ada baiknya untuk secara rutin membersihkan karang gigi sebelum berkembang luas, karena semakin banyak karang gigi maka resiko cideranya pun semakin besar.

Sumber gambar: worldental.org dan pasadenalaserdentistry.com

Read More »

Ketahui beberapa penyebab bau mulut

penyebab bau mulut Pernahkah sobat blogger merasa terganggu dengan aroma tidak sedap yang keluar dari mulut lawan bicara? Atau malah sobat blogger merasa lawan bicara kurang nyaman dengan aroma dari mulut sobat blogger?

Penyebab bau mulut ada berbagai macam, namun dapat disederhanakan menurut sumbernya, yaitu sumber internal dan sumber eksternal.

1. Sumber Internal
Sumber internal berhubungan dengan keadaan patologis (adanya penyakit). Penyebab bau mulut karena keadaan ini paling banyak akibat adanya gangren (pembusukan) yang terjadi pada pulpa (saraf dan pembuluh darah) gigi sebagai akibat proses karies yang sudah lanjut. Gas yang dihasilkan dari proses gangren inilah yang beraroma tidak sedap. Sumber internal lainnya yang juga sering ditemukan dalam banyak kasus adalah diabetes. Aroma pada keadaan diabetes ini memiliki ciri khusus berbau keton, dan jelas berbeda dengan bau gas gangren. Infeksi pada saluran napas dan cerna juga dapat menimbulkan aroma tidak sedap (mis:sinusitis).

2. Sumber Eksternal
penyebab bau mulutSumber eksternal penyebab bau mulut berasal dari materi yang masuk ke tubuh. Paling banyak adalah karena sisa makanan yang tidak dibersihkan dan mengalami pembusukan di dalam rongga mulut. Sisa makanan akan lebih sulit dibersihkan pada bagian-bagian berikut: gigi berlubang, sela gigi, gigi bagian belakang, dan lidah bagian belakang. Makanan yang beraroma tidak sedap atau kombinasi beberapa makanan berbau tajam juga dapat menjadi penyebab bau mulut walaupun tanpa mengalami pembusukan (petai, jengkol, bawang putih, dll.)

Setelah memahami penyebab bau mulut, simak juga: Langkah Tepat Menghilangkan Bau Mulut

Sumber gambar: badd.org dan buzzle.com
Read More »

Pertumbuhan atau erupsi gigi permanen

erupsi gigi permanen Sebelum melanjutkan pembahasan tentang erupsi gigi permanen, penulis menganjurkan juga untuk membaca tentang pertumbuhan gigi anak.

Gigi permanen pada orang dewasa berjumlah total 32 gigi. Namun seiring waktu akibat kehilangan fungsinya, gigi geraham ke-3 tidak ada sehingga beberapa individu hanya memiliki 28 gigi. Namun untuk masalah tidak tumbuhnya gigi geraham ke-3 ini kebanyakan akibat posisinya yang abnormal, terhalang, atau tempatnya pada rahang sudah tidak ada.

Setiap gigi susu akan tanggal dengan sendirinya dan digantikan dengan gigi permanen, namun tidak secara serentak. Gambar di bawah memperlihatkan erupsi gigi permanen pada usia tertentu.
erupsi gigi permanenGigi permanen yang tidak tumbuh pada waktu normal sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk melihat apakah benih gigi permanen ada atau tidak.


Keterangan gigi permanen:
incisor: gigi seri
canine: gigi taring
premoar: geraham kecil
molar: geraham


Biasanya pada anak-anak yang sedang dalam masa pergantian gigi dapat dilakukan pencabutan berseri, dimana gigi susu akan dicabut secara bertahap apabila tidak tanggal secara alami sedangkan gigi permanen penggantinya telah siap untuk tumbuh.





sumber gambar: yunadent.com dan dentists4kids.com
Read More »

Amati pertumbuhan gigi anak anda

pertumbuhan gigi anak Saat postingan dipublish, penulis memang belum punya anak, bukan maksud untuk menggurui tetapi membagi ilmu yang sudah penulis dapat selama pendidikan agar menjadi bekal bagi sobat blogger yang sudah mempunyai anak.

Gigi pada anak disebut gigi susu. Para orang tua harus jeli mengamati pertumbuhan gigi anak agar dikemudian hari menghasilkan susunan gigi yang rapi dan sehat.
Pada gambar di samping terlihat susunan gigi normal dan kisaran usia anak saat gigi tersebut tumbuh.


Perlu diperhatikan bahwa pertumbuhan gigi anak bervariasi pada setiap individu. Faktor utama yang terlibat dalam hal ini adalah genetis dan gizi. Apabila gigi anak belum tumbuh, segeralah periksakan ke dokter gigi. Kemungkinan yang terjadi adalah gigi anak akan terlambat tumbuh atau memang tidak akan tumbuh
pertumbuhan gigi anak


Keterangan nama gigi anak:
incisor: gigi seri
canine: gigi taring
molar: geraham


Semoga informasi ini berguna bagi para orang tua dalam mengamati tumbuh kembang anak, terutama gigi anak, sampai saatnya nanti gigi susu digantikan oleh gigi permanen.

Baca juga tentang pertumbuhan gigi permanen.

Sumber gambar: hamptondentistryny.com dan yalemedicalgroup.org
Read More »

Karies gigi: penyebab sakit gigi

penyebab sakit gigi
Mengingat salah satu lagu legendaris dari Meggy Z "dari pada sakit hati lebih baik sakit gigi ini..." saya jadi berpikir apakah bagi Meggy Z atau mungkin beberapa sobat blogger menganggap rasa sakit pada gigi merupakan saingan sakit hati, sehingga menjadi pilihan yang sebanding untuk menukarkan rasa sakit hati dengan sakit gigi berlubang?

Sakit pada gigi memang kadang sangat tidak tertahankan, bahkan bisa mempengaruhi produktivitas seseorang. Dari sekian banyak penyebabnya, salah satu penyebab sakit gigi adalah gigi berlubang (karies gigi).

Menyimak postingan terdahulu tentang penyebab gigi berlubang, pada tahap lebih lanjut akan mencapai lapisan dentin, kemudian pulpa gigi.
Lapisan dentin sendiri terdapat ujung dari saraf gigi, sehingga karies gigi yang sudah mencapai dentin dapat menimbulkan rasa sakit, apalagi jika sudah sampai pulpa, dimana pembuluh darah dan saraf gigi berkumpul.
Karies gigi

Dentin gigi yang terbuka memungkinkan penetrasi sisa makanan dan benda asing lainnya. Cairan di dalam dentin menjadi tidak stabil dan mempengaruhi ujung saraf, disinilah tahap awal terjadinya sakit gigi berlubang. Pada tahap ini sakit gigi bisa reda bila dentin dibersihkan. Lain halnya bila kerusakan sudah mencapai pulpa, maka dapat terjadi radang karena pulpa juga berisi pembuluh darah (respon radang melibatkan darah). Pada tahap ini diperlukan perawatan berupa pemberian obat untuk meredakan nyeri dan radang, serta pembersihan pulpa.


sumber gambar: mosdestosmiles.co dan wikieducator.org



Read More »