Fungsi dan Jenis Gigi Palsu


gigi tiruan lengkap dari akrilikSobat blogger sudah pasti tidak asing dengan gigi palsu. Gigi palsu (protesa gigi, gigi tiruan) merupakan pengganti gigi yang hilang. Secara medis, fungsi dari gigi palsu antara lain: mengembalikan fungsi pengunyahan, mengembalikan fungsi estetika, dan menjaga relasi antara rahang atas dan bawah.
Menjaga fungsi pengunyahan yaitu fungsi dimana gigi palsu dapat digunakan senyaman mungkin dalam melaksanakan proses mengunyah makanan. Dengan kembalinya fungsi mengunyah seperti sedia kala, maka seseorang yang telah kehilangan gigi asli tetap dapat menikmati makanan yang keras, serta tetap menghasilkan hasil kunyah yang lembut sebelum ditelan.

gigi palsuFungsi estetika menyangkut penampilan, terutama pada orang yang kehilangan gigi bagian depan. Selain mengembalikan penampakan gigi, fungsi gigi palsu (depan atas) juga menyangga bibir sehingga akan tampak serasi dengan wajah.

Menjaga relasi rahang atas dan bawah merupakan fungsi gigi palsu yang cukup vital. Kehilangan banyak gigi dalam jangka waktu tertentu membuat hubungan rahang atas dan bawah tidak stabil, mengakibatkan timbulnya masalah pada sendi rahang (temporomandibular) yang berlokasi di depan telinga. Keluhan nyeri pada sendi rahang sangat umum dijumpai pada individu yang kehilangan banyak gigi.

gigi palsu
gigi palsu
Gigi palsu ada beberapa jenis, baik itu material (bahan), maupun metode pemasangannya. Gigi tiruan yang dapat dilepas-pasang oleh pasien sendiri pada umumnya terbuat dari bahan akrilik, namun ada juga yang menggunakan rangka (frame) dari logam).
Gigi tiruan yang dipasang secara permanen ada dua jenis, yaitu yang bertopang pada gigi lainnya sebagai penyangga, dan yang langsung ditanam ke dalam tulang.




Sumber gambar: altonadentist.com.au, flexi-nylon.com, egydental.com
Read More »

Penyebab dan Cara Mengobati Gusi Berdarah


Penyebab & Cara Mengobati Gusi Berdarah
Sobat blogger ada yang bermasalah dengan gusi berdarah? Sering melihat darah pada saat menyikat gigi?

Gusi adalah bagian dari rongga mulut yang kaya akan pembuluh darah, bila dalam keadaan sehat maka lapisan luarnya cukup elastis terhadap trauma (benturan) ringan. Namun dalam keadaan sehat sekalipun, kebiasaan menyikat gigi yang terlalu kuat dapat menyebabkan perdarahan.

Bila kekuatan menyikat gigi dianggap wajar namun gusi begitu mudah berdarah, maka kemungkinan penyebabnya antara lain:
- radang pada gusi
- ada benda keras, kasar, atau tajam terselip di antara gigi dan gusi (sisa makanan, karang gigi)
- gigi yang berlubang atau patah sehingga menciptakan tepi gigi yang tajam dekat gusi
- kekurangan vitamin C (struktur pelindung gusi gampang rusak/ ruptur)

Pengobatan gusi berdarah harus disesuaikan dengan penyebabnya, untuk tahap awal pastikan gizi tercukupi (terutama vitamin C), senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut, dan bila perlu berkumurlah dengan antiseptik (obat kumur). Konsultasikan dengan dokter gigi anda apabila gusi berdarah masih berlanjut setelah tindakan awal di atas.

Demikian ulasan singkat mengenai penyebab gusi berdarah, semoga bermanfaat

Sumber gambar: teethingmom.com
Read More »

Penyebab dan Cara Mengobati Gusi Bengkak

Penyebab & Cara Mengobati Gusi Bengkak
Hai sobat blogger, apakah lagi bermasalah dengan gusi anda? Banyak orang yang bermasalah dengan gusi akan sering mengeluhkan gusi bengkak.

Dalam mengobati gusi bengkak, perlu diperhatikan lebih dulu penyebab utama dari masalah ini. Kemungkinan yang paling besar ada dua sumber:
- gusi itu sendiri
- masalah pada gigi

Masalah yang timbul karena gusi itu sendiri biasanya karena peradangan, dan bengkak adalah salah satu tanda adanya radang. Penyebab radang pada gusi paling sering karena ada benda tidak steril di sekitar gusi, misalnya sisa makanan ataupun karang gigi. Untuk mengobati gusi bengkak karena sebab ini, haruslah dilakukan pembersihan lebih dulu, dan segera diberikan obat anti radang bila perlu. Bengkak pada gusi juga dapat disebabkan karena alergi, konsumsi obat tertentu, tumor/ kanker, atau penyakit sistemik.

Masalah gusi bengkak yang berasal dari gigi biasanya ditandai dengan adanya pus atau nanah. Walaupun secara kasat mata gigi terlihat baik, namun bisa saja di dalamnya terdapat masalah. Pemberian obat anti radang (mis: kalium diklofenak) dan antibiotik (mis: amoxicillin) akan meredakan untuk sementara saja, gigi yang bermasalah harus segera dirawat sampai tuntas.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat dan sobat blogger tidak salah jalan dalam mengobati gusi bengkak

Sumber gambar: pathfinderhealth.in
Read More »

Cara Memutihkan Gigi yang Baik dan Benar

Cara Memutihkan Gigi
Memiliki gigi yang putih merupakan impian setiap orang. Namun untuk mewujudkan itu terkadang masih banyak orang yang salah kaprah mengenai cara memutihkan gigi.

Seperti postingan saya sebelum-sebelumnya, selalu ditekankan bahwa suatu masalah dapat ditangani dengan sempurna bila kita sudah tahu penyebab utamanya. Perlu ditekankan lagi bahwa tidak ada individu yang memiliki gigi normal berwarna putih absolut seperti kertas hvs atau seputih salju. Malah sebenarnya gigi yang normal berwarna sedikit kekuningan. Warna alami gigi ini berasal dari lapisan kedua setelah email yaitu dentin, karena email sendiri agak transparan.

Lalu bagaimana bila terdapat pewarnaan berlebihan pada gigi? Pewarnaan pada gigi dibagi menjadi 2 berdasarkan sumbernya, yaitu pewarnaan eksternal dan internal. Gigi yang mengalami pewarnaan eksternal akan lebih mudah ditangani, selain karena letaknya pada permukaan yang mudah dijangkau, pada umumnya hanya melibatkan sedikit bagian luar gigi, bahkan ada yang tidak melibatkan komponen gigi. Contoh pewarnaan eksternal ini antara lain karena rokok, teh, kopi (berwarna kekuningan-kecoklatan), beberapa kerusakan struktur luar gigi (demineralisasi, fluorosis, karies), dan pengaruh warna bahan tambal gigi (mis: amalgam). Sedangkan pewarnaan internal gigi terjadi dari dalam struktur gigi, paling sering dijumpai akibat gigi yang mengalami trauma (terjadi perdarahan dalam kamar pulpa), gigi yang mati (nekrosis pulpa), paparan tetrasiklin, dan beberapa penyakit tertentu. Karena penyebabnya yang sangat beragam ini sehingga tidak bisa saya jelaskan satu persatu dalam postingan ini.

Setelah kita tahu penyebab utama pewarnaan gigi, tentunya akan mempermudah dalam mencari solusi terbaik. Pewarnaan eksternal yang tidak melibatkan struktur gigi dapat ditangani dengan aplikasi pelarut yang bersifat asam, selanjutnya bila pewarnaan sudah meresap ke struktur gigi (tanpa merusak struktur gigi) akan dilakukan aplikasi bahan golongan peroksida. Bila struktur gigi sudah rusak, maka dilakukan proses restorasi (ditambal atau diberi mahkota gigi buatan, tergantung luasnya kerusakan). Pewarnaan internal gigi akan ditangani dengan prosedur yang lebih kompleks, penjelasan secara singkatnya yaitu dilakukan pembersihan struktur dalam gigi dari bagian yang rusak (dibuat lubang dari luar sampai kamar pulpa), kemudian dari dalam gigi dilakukan proses pemutihan gigi pada struktur yang menyerap warna.

Akhir-akhir ini sering dijumpai banyak bahan pemutih gigi beredar bebas, namun bijaklah untuk memilih, karena banyak produk pemutih gigi yang beredar luas sebenarnya mengandung bahan aktif yang perlu pengawasan profesional dalam penggunaannya, lagipula tidak semua pewarnaan gigi dapat diatasi dengan bahan pemutih tersebut.
Semoga posting ini berguna, hindari untuk memikirkan cara memutihkan gigi, tapi pikirkanlah untuk mengembalikan warna gigi  menjadi warna yang alami

Sumber gambar: drperrone.com
Read More »