Karang Gigi/ Dental Calculus: Ancaman yang Terabaikan

karang gigi
Karang atau kalkulus gigi merupakan masalah yang sering terabaikan dalam kehidupan masyarakat awam. Sebagian besar pasien yang datang ke klinik akan mengeluhkan "akibat" ketimbang karang gigi itu sendiri, misalnya ketika gusi mudah berdarah, gusi bengkak, sampai kegoyahan gigi. Padahal jauh hari sebelumnya telah menyadari keberadaan karang gigi dalam rongga mulutnya.
Kalkulus (calculus) berasal dari bahasa Yunani "calcis" yang berarti "batu". Dikatakan demikian karena karang gigi memang terlihat seperti batu, keras dan kasar. Kalkulus tidak terbentuk begitu saja, namun merupakan perkembangan lebih lanjut dari plak pada gigi yang mengalami pengerasan.
Karang gigi mengandung komponen organik dan anorganik. Komponen organik antara lain bakteri dan produk yang dihasilkannya, sedangkan komponen anorganik terutama tersusun dari garam kalsium fosfat. Komponen anorganik inilah yang membuat karang gigi menjadi keras.
Garam kalsium fosfat yang mengendap pada plak berasal dari saliva (air ludah), sehingga keberadaannya tidak dapat dihindari.
Karang gigi memiliki permukaan kasar, sehingga makin memudahkan menempelnya plak dan bakteri yang dapat berujung pada timbulnya penyakit pada gusi dan jaringan pendukung gigi lain. Keluhan seperti napas tidak sedap, gusi mudah berdarah, gusi bengkak dan bernanah, serta gigi goyah merupakan akibat yang dapat ditimbulkan oleh adanya karang gigi.
Cara paling efektif untuk mencegah karang gigi adalah dengan menghilangkan plak sebagai media perlekatan, karena bila sudah menjadi karang gigi maka tidak mudah untuk dibersihkan dengan sikat gigi.
Karang gigi terutama terbentuk pada muara dari saluran keluarnya air ludah (duktus salivarius), yaitu pada gigi belakang atas sebelah luar, dan pada gigi depan dan belakang bawah sebelah dalam. Namun tidak hanya disitu saja, pada bagian yang sulit dibersihkan juga menjadi tempat yang rawan. Posisi karang gigi pada permukaan gigi dapat berada diatas garis gusi (supragingival calculus), dapat pula berada dibawah garis gusi (subgingival calculus).
Pembersihan kalkulus supragingival dapat dengan mudah dilakukan oleh dokter gigi menggunakan ultrasonic scaler, sedangkan kalkulus subgingival memerlukan tindakan lebih rumit melalui prosedur root planning.
Segeralah periksakan keberadaan karang gigi dalam rongga mulut untuk mencegah akibat yang lebih buruk, dan setelah dibersihkan oleh dokter gigi biasakan untuk menyikat gigi dengan benar dan rutin kontrol ke dokter gigi untuk mencegah timbulnya kembali karang gigi.

Sumber gambar: colgateprofessional.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar